Duduk berfikir, apa sepatutnya benda yang harus aku buat setiap hari? Bagaimana sebenarnya kehidupan yang normal, bagi seorang wanita khususnya?
Fikir-fikir, some people did complain about me not as other girls around my age in the family. Who cares? I believe I am right.
I did something, that I am truly happy with it, and the guilt seems is going away. True, we cannot change everything on the spot. We just need to do it step by step. Well, I do think I need to learn to be more patient.
So, the third thing that I want to change now is, JADI RAJIN!!
That's the hardest part. Abah came home at 9PM yesterday night, and found nothing to eat. Mak is at rumah Wan, and it is just me at home, and I'm the eldest daughter. If Mak is not at home, I have to replace her doing all the work. I didn't even went to the kitchen to prepare something for him. Maybe he was too hungry that he didn't even cook but bought instant noodles, and that's his dinner. Sori Abah....
So, that's that. Jadi rajin. Emm, kena buang sifat orang bujang yang tak kisah makan apa pun and bilik bersepah macam mana pun etc. You are a grown woman now dear. Haihhhhhh~~~
Wednesday, 16 December 2009
Tuesday, 15 December 2009
Belajar Bahasa
Kadang-kadang ada rasa pelik pada diri. Bahasa sendiri pun tak betul sangat, Bahasa Inggeris pun cukup-cukup makan, Bahasa Arab lagilah sangkut-sangkut. Tapi semangat nak belajar bahasa ASING ini sangat kuat.
Cuba teka bahasa apa?
IBRANI (hebrew).
Jangan tanya kenapa, hanya berminat tanpa sebab yang sangat spesifik.
Tapi yang pastinya, susah sungguh nak tulis huruf-hurufnya.
Emm...
P/S : Ibrani adalah bahasa yang digunakan oleh bangsa Israel dan mereka yang tinggal di sekitar kawasan itu, juga merupakan bahasa yang digunakan dalam Torah dan juga Injil yang asal.
Cuba teka bahasa apa?
IBRANI (hebrew).
Jangan tanya kenapa, hanya berminat tanpa sebab yang sangat spesifik.
Tapi yang pastinya, susah sungguh nak tulis huruf-hurufnya.
Emm...
P/S : Ibrani adalah bahasa yang digunakan oleh bangsa Israel dan mereka yang tinggal di sekitar kawasan itu, juga merupakan bahasa yang digunakan dalam Torah dan juga Injil yang asal.
Iman Yang Masih Belum Teguh
Sedang menonton siri Sakaratul Maut di Astro Aruna. Satu-satunya program televisyen dari Indonesia yang aku minati. Yalah, peringatan itu boleh datang daripada apa-apa bentuk.
Kisah tentang lelaki yang luarannya 'alim, tidak meninggalkan solat dan sentiasa mengajak orang sama-sama berbuat kebaikan, tetapi yang sebenarnya selalu merogol kanak-kanak. Hinanya cara beliau meninggal dunia, membuat orang tertanya-tanya kenapakah sedemikian rupa jadinya. Isterinya juga yang asalnya lemah lembut, baik pekertinya dan seorang muslimah yang baik, tidak dapat menerima kenyataan kematian suaminya malah menyalahkan Allah atas apa yang terjadi pada suaminya. Satu tahap, isterinya cuba membunuh diri dan hampir murtad.
Itu dugaan besar, bagaimana seorang wanita yang taat pada Tuhannya boleh hilang kawalan dan tercarik keimanannya lantaran kematian suami tersayang.
Fikir-fikirkan, apakah dugaan yang pernah melanda diri kita, kecil atau besar; bagaimanakah kita menghadapinya?
Lemahnya manusia ini, selalu melakukan sesuatu di luar batasan. Tapi selalu kita lupa bahawa kesedihan dan kesusahan itu, adalah 'hadiah' daripada Allah untuk kita.
Al-Ankabut : 2
Jadi, ukuran keimanan itu adalah melalui ujian? Mari sama-sama kita duduk diam-diam dan periksa diri kita; adakah kita ini sudah boleh dikatakan sebagai beriman? Mungkin ya, kita beriman, tetapi seteguh manakah keimanan kita?
Kisah tentang lelaki yang luarannya 'alim, tidak meninggalkan solat dan sentiasa mengajak orang sama-sama berbuat kebaikan, tetapi yang sebenarnya selalu merogol kanak-kanak. Hinanya cara beliau meninggal dunia, membuat orang tertanya-tanya kenapakah sedemikian rupa jadinya. Isterinya juga yang asalnya lemah lembut, baik pekertinya dan seorang muslimah yang baik, tidak dapat menerima kenyataan kematian suaminya malah menyalahkan Allah atas apa yang terjadi pada suaminya. Satu tahap, isterinya cuba membunuh diri dan hampir murtad.
Itu dugaan besar, bagaimana seorang wanita yang taat pada Tuhannya boleh hilang kawalan dan tercarik keimanannya lantaran kematian suami tersayang.
Fikir-fikirkan, apakah dugaan yang pernah melanda diri kita, kecil atau besar; bagaimanakah kita menghadapinya?
Lemahnya manusia ini, selalu melakukan sesuatu di luar batasan. Tapi selalu kita lupa bahawa kesedihan dan kesusahan itu, adalah 'hadiah' daripada Allah untuk kita.
Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?
Al-Ankabut : 2
Jadi, ukuran keimanan itu adalah melalui ujian? Mari sama-sama kita duduk diam-diam dan periksa diri kita; adakah kita ini sudah boleh dikatakan sebagai beriman? Mungkin ya, kita beriman, tetapi seteguh manakah keimanan kita?
Monday, 14 December 2009
Hari Yang Suram
Entahlah, rasa macam mendung ada di sekeliling.
Hati yang terluka, tak perlu dibesar-besarkan. Nilainya tak seberapa.
Ahh, mana gam UHU ya? Butang space tercabut, pemegangnya dah patah.
Hati yang terluka, tak perlu dibesar-besarkan. Nilainya tak seberapa.
Ahh, mana gam UHU ya? Butang space tercabut, pemegangnya dah patah.
Sunday, 13 December 2009
Brain Usage Profile
Got this address from ILuvIslam : Brain Usage Profile Test, and did the test. So, below is my result and the summary.
(^_^) Just smiling after I read this.
Your Brain Usage Profile:
Auditory : 50%
Visual : 50%
Left : 43%
Right : 56%
Hafiz, you are moderately right-hemisphere dominant and have even preferences between auditory and visual processing, traits that might make people perceive you as "slightly off balance."
You are most likely to be slightly disorganized, a "dreamer" and a person who focuses more on the end result than the immediate task at hand. You are creative and spontaneous if somewhat lacking in direction and focus. You are a learner who is generally patient and a person for whom time is an ally, not an enemy.
You are more passionate than most people with regard to life and learning and recognize your own intuitive abilities. You have sufficient goal-direction to satisfy yourself and guarantee success without being or feeling driven. You are willing to be reflective about yourself and others without getting lost in rumination.
The balance of your sensory modes allows for both learning and expressive capabilities achieved by few. You are active and "seeing" while retaining an equally strong propensity for being reflective which slows you down a little but allows for a more comprehensive perception and analysis of situations and problems. You do not spend excessive time analyzing since you mostly trust your perceptions.
In all likelihood, you have a tendency to overcommit and cannot under- stand why others get upset since you operate on a different "time table" than they do. Your organizational abilities are frequently overwhelmed by the stimulation seeking and active nature of your mind as well as by the tendency to create new categories and gloss over details, making categorization and classification almost impossible at times.
To the extent that your career path allows for creativity and abstraction as well as a bit of disorganization, you should find yourself equipped to handle any learning that is required. Your own personal adjustment to your style should come naturally although you are likely to feel frus- trated by your own limited discipline and often wonder "Why?"
Auditory : 50%
Visual : 50%
Left : 43%
Right : 56%
Hafiz, you are moderately right-hemisphere dominant and have even preferences between auditory and visual processing, traits that might make people perceive you as "slightly off balance."
You are most likely to be slightly disorganized, a "dreamer" and a person who focuses more on the end result than the immediate task at hand. You are creative and spontaneous if somewhat lacking in direction and focus. You are a learner who is generally patient and a person for whom time is an ally, not an enemy.
You are more passionate than most people with regard to life and learning and recognize your own intuitive abilities. You have sufficient goal-direction to satisfy yourself and guarantee success without being or feeling driven. You are willing to be reflective about yourself and others without getting lost in rumination.
The balance of your sensory modes allows for both learning and expressive capabilities achieved by few. You are active and "seeing" while retaining an equally strong propensity for being reflective which slows you down a little but allows for a more comprehensive perception and analysis of situations and problems. You do not spend excessive time analyzing since you mostly trust your perceptions.
In all likelihood, you have a tendency to overcommit and cannot under- stand why others get upset since you operate on a different "time table" than they do. Your organizational abilities are frequently overwhelmed by the stimulation seeking and active nature of your mind as well as by the tendency to create new categories and gloss over details, making categorization and classification almost impossible at times.
To the extent that your career path allows for creativity and abstraction as well as a bit of disorganization, you should find yourself equipped to handle any learning that is required. Your own personal adjustment to your style should come naturally although you are likely to feel frus- trated by your own limited discipline and often wonder "Why?"
(^_^) Just smiling after I read this.
Saturday, 12 December 2009
I Don't Know The Right Word To Put In Here, But This Is About Marriage And Complains, And I Think My Gammar Sucks This Time
One day I had a chat with my sister, asking about her boyfriend, after tired of listening to her mumblings of how handsome he is, of how she loves him so much and so does him, etcetera etcetera.
As she is going to finish her study and starts working at a young age, I suggested that she should get married right away. Why should wait when you have the one that you really want?
But I'm quite surprise when she said no, telling me that she's too young to get married.
And suddenly I remembered several friends of mine told me this when I said I want to get married as soon as possible : You'll lose your opportunity to enjoy your life. You'll have to stuck with your husband, and can't go out without his permission, and....... that's not fun.
Does marrying really chain you that you cannot do anything, and does it really makes you suffer? So, does that means your parents suffered when they get married and having you around?
After quite a few incidents happen to me, in relation with my plans to get married, this topic really makes me sad. Of course I am. I've been denied times, and my parents hate the guy that I like, and everything seems like a complete disaster when I lose the thing that I treasure the most, and still being denied, why should I keep calm when people especially women think that this wedding thing is just a piece of crap?
How can you just being lovers without intention of getting married?
Does carier women really need to put aside the need of having a family, and building it when their menopause is around the corner?
Frankly, I received these kind of advices from almost everyone. It really stressed me out, and my emotional level will be at its peak.
I'm now, need to do my degree again, and it will take 5 and a half years. By that time, I will be 29. That's not a small number. Not for me who targeted to get married before 23. I will be soon, but I'm still alone.
It's so lonely in here. Let me have someone please.
As she is going to finish her study and starts working at a young age, I suggested that she should get married right away. Why should wait when you have the one that you really want?
But I'm quite surprise when she said no, telling me that she's too young to get married.
And suddenly I remembered several friends of mine told me this when I said I want to get married as soon as possible : You'll lose your opportunity to enjoy your life. You'll have to stuck with your husband, and can't go out without his permission, and....... that's not fun.
Does marrying really chain you that you cannot do anything, and does it really makes you suffer? So, does that means your parents suffered when they get married and having you around?
After quite a few incidents happen to me, in relation with my plans to get married, this topic really makes me sad. Of course I am. I've been denied times, and my parents hate the guy that I like, and everything seems like a complete disaster when I lose the thing that I treasure the most, and still being denied, why should I keep calm when people especially women think that this wedding thing is just a piece of crap?
How can you just being lovers without intention of getting married?
Does carier women really need to put aside the need of having a family, and building it when their menopause is around the corner?
Frankly, I received these kind of advices from almost everyone. It really stressed me out, and my emotional level will be at its peak.
I'm now, need to do my degree again, and it will take 5 and a half years. By that time, I will be 29. That's not a small number. Not for me who targeted to get married before 23. I will be soon, but I'm still alone.
It's so lonely in here. Let me have someone please.
Friday, 11 December 2009
Dunia Yang Tak Pernah Memuaskan
Pernah terfikir, 'Seronoknya jadi macam F tu. Cantik pun ya, pandai gila, perangai pun baik. Untunglah siapa yang dapat kahwin dengan dia.'
Itu antara dialog biasa apabila kita bertemu atau mengenali seseorang yang kita anggap sangat hebat di mata kita.
Memandang tinggi pada orang lain, tapi dalam masa yang sama menyesali diri kerana tak nampak sempurna dan seindah orang lain.
Sedarkah kita, tak semua orang sempurna. Kecacatan dan 'kesumbingan' itu pasti ada, cuma lain kategorinya daripada kita.
Kita selalu mengkelaskan orang dengan rupa paras, kelakuan, kekayaan dan kebijaksanaan. Tidaklah salah 100%. Ada gunanya bila kita melihat orang lebih daripada kita. Ianya mendorong kita untuk jadi lebih baik dari mereka. Itu adalah antara sifat 'hasad' yang dibenarkan.
Tetapi rata-rata kita lihat manusia gemar berangan-angan. Ingin mencapai seribu kejayaan, tetapi hanya tinggal angan-angan.
Dalam dunia sekarang, wang menjadi ukuran yang lebih utama. Masakan tidak, untuk kelihatan lebih cantik, wang diperlukan. Untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, wang juga diperlukan. Untuk berjaya, wang amat diperlukan.
Tapi kita lupa, itu hanyalah alat. Kejayaan itu, terletak pada usaha yang gigih, yang berani bangun semula setelah dijatuhkan atau terjatuh, dan yang pastinya, dengan izin Allah Yang Maha Kuasa. Kerana dengan kekuasaan Allah-lah, manusia yang semalamnya kelihatan hina, nampak gah dalam sekelip mata.
Ingin aku sentuh sedikit, menegur diri sendiri. Kemenangan itu bukan dengan doa semata-mata. Kuatkan lagi keazaman, kenal pasti semula apa tujuan, dan teruskan berusaha dan berdoa.
Hidupmu yang kelam kabut dan samar-samar ini pasti akan terlerai di hujung nanti.
Itu antara dialog biasa apabila kita bertemu atau mengenali seseorang yang kita anggap sangat hebat di mata kita.
Memandang tinggi pada orang lain, tapi dalam masa yang sama menyesali diri kerana tak nampak sempurna dan seindah orang lain.
Sedarkah kita, tak semua orang sempurna. Kecacatan dan 'kesumbingan' itu pasti ada, cuma lain kategorinya daripada kita.
Kita selalu mengkelaskan orang dengan rupa paras, kelakuan, kekayaan dan kebijaksanaan. Tidaklah salah 100%. Ada gunanya bila kita melihat orang lebih daripada kita. Ianya mendorong kita untuk jadi lebih baik dari mereka. Itu adalah antara sifat 'hasad' yang dibenarkan.
Tetapi rata-rata kita lihat manusia gemar berangan-angan. Ingin mencapai seribu kejayaan, tetapi hanya tinggal angan-angan.
Dalam dunia sekarang, wang menjadi ukuran yang lebih utama. Masakan tidak, untuk kelihatan lebih cantik, wang diperlukan. Untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, wang juga diperlukan. Untuk berjaya, wang amat diperlukan.
Tapi kita lupa, itu hanyalah alat. Kejayaan itu, terletak pada usaha yang gigih, yang berani bangun semula setelah dijatuhkan atau terjatuh, dan yang pastinya, dengan izin Allah Yang Maha Kuasa. Kerana dengan kekuasaan Allah-lah, manusia yang semalamnya kelihatan hina, nampak gah dalam sekelip mata.
Ingin aku sentuh sedikit, menegur diri sendiri. Kemenangan itu bukan dengan doa semata-mata. Kuatkan lagi keazaman, kenal pasti semula apa tujuan, dan teruskan berusaha dan berdoa.
Hidupmu yang kelam kabut dan samar-samar ini pasti akan terlerai di hujung nanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)